Juruketik.com – Sebanyak 14 kecamatan di wilayah Bogor Barat menggelar kampanye bertajuk ‘Jaga Generasi, Perkuat Keluarga, Tolak Normalisasi LGBT’ usai video mesum sesama pria yang terjadi di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, viral di media sosial.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta organisasi masyarakat, sebagai bagian dari upaya pemerintah wilayah Bogor Barat menyikapi fenomena yang menjadi perhatian masyarakat tersebut.
“Kami dari Kecamatan Leuwiliang bersama 14 kecamatan yang berada di wilayah Bogor Barat melakukan kampanye anti-LGBT di Bogor Barat,” ujar Plt. Camat Leuwiliang, Ucu Sunarya, Minggu 20 September 2026.
Baca Juga: Viral Video Mesum di Leuwiliang Bogor, Polisi Amankan Dua Pria
Ucu menegaskan sikap memerangi LGBT tersebut tidak hanya dilakukan melalui kampanye dan deklarasi, tetapi juga akan dilanjutkan dengan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan sekolah.
“Upaya selanjutnya kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, terutama sekolah SMP dan SMA se-Bogor Barat,” tegasnya.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat pemahaman dan kepedulian masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak dan remaja.
Baca Juga: Surat Edaran Penanganan LGBT di Kabupaten Bogor Resmi Berlaku, Berikut Poin-Poin Pentingnya
Selain edukasi, pemerintah kecamatan juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait informasi yang beredar di masyarakat. Penanganan terhadap kasus yang sebelumnya menjadi perhatian publik juga telah dilakukan oleh kepolisian.
“Yang pertama, kami sudah menyusun beberapa informasi yang sudah beredar dan sudah ditangani oleh Kapolsek beserta jajaran yang lainnya,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, pihak kepolisian telah mengamankan pihak yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat. Namun, identitas yang bersangkutan tidak disampaikan kepada publik.
“Alhamdulillah pelaku yang viral itu sudah diamankan dan sudah ditangkap oleh Polres Kabupaten Bogor. Kalau informasi warga yang sudah diamankan, identitasnya dirahasiakan,” jelasnya.
Ia berharap upaya edukasi dan pencegahan dapat dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan seluruh komponen masyarakat di wilayah Bogor Barat.
“Kami minta dukungan dari seluruh komponen masyarakat se-Bogor Barat,” pungkasnya. (Kha)













