Juruketik.com – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin meminta pengelola Pasar Jambu Dua segera membenahi sejumlah fasilitas di kawasan kuliner lantai dua yang dinilai masih kurang nyaman.
Salah satu sorotannya adalah kondisi area yang terasa panas, sehingga diperlukan penambahan blower, meja, kursi, hingga pemisahan area merokok dan nonmerokok demi memberikan kenyamanan bagi seluruh pengunjung.
Permintaan tersebut disampaikan Jenal Mutaqin saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Jambu Dua, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Pasar Jambu Dua Bogor Banjir Peminat, Dedie Rachim Minta Tarif Kios Jangan Cepat Naik
Menurut Jenal, suasana di lantai dua yang kini menjadi pusat kuliner masih perlu dibenahi. Ia menilai penambahan blower, meja makan, kursi, hingga tempat sampah menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
”Memang di lantai dua terasa sedikit panas ketika para pengunjung ingin bersantai menikmati kuliner. Seharusnya ditambah beberapa blower, termasuk meja makan dan kursi,” ujarnya.
Ia mengatakan pihak ketiga telah menyampaikan bahwa pengadaan blower, meja, dan kursi sedang diproses.
Baca Juga: Usai Ditertibkan! Ratusan PKL Bakal Direlokasi ke Pasar Jambu Dua, Pemkot Bogor Cek Kesiapan Fasilitas dan Infrastruktur
Selain itu, Jenal juga meminta agar pengelola menyediakan area khusus merokok yang terpisah dari area bebas asap rokok agar kenyamanan keluarga dan anak-anak tetap terjaga.
”Saya berpesan agar area smoking dipisahkan, sehingga anak-anak dan keluarga tidak terganggu oleh asap rokok. Tetap boleh ada ruang khusus merokok sesuai aturan, selama tidak bercampur dengan area non-smoking,” ucap dia.
Jenal menjelaskan, konsep lantai dua Pasar Jambu Dua kini telah berubah total dibandingkan rencana awal. Semula area tersebut dirancang untuk penjualan buah, sembako, dan sayur-mayur, namun kemudian dialihkan menjadi pusat kuliner agar investasi pihak ketiga dapat berjalan lebih sehat.
Menurutnya, perubahan konsep tersebut justru mendapat respons positif dari masyarakat. Melalui promosi di media sosial, kawasan kuliner Pasar Jambu Dua kini diminati warga Kota Bogor maupun pengunjung dari luar daerah.
”Alhamdulillah dengan konsep kuliner dan harga yang cukup menarik, tingkat keterisian tenant sudah mencapai 100 persen. Ini menjadi pusat kuliner Kota Bogor yang ramah untuk anak-anak, keluarga, penyandang disabilitas, orang tua, hingga wisatawan dari luar Kota Bogor,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menyoroti masih adanya tenant yang telah dipesan dan dibayar namun belum mulai beroperasi. Kondisi tersebut, kata Jenal, akan segera dievaluasi.
”Selasar dan los di lantai dua semuanya sudah penuh, sudah ter-booking dan dibayar. Tetapi kenapa masih ada yang kosong, nanti akan kami evaluasi,” beber dia.
“Pihak ketiga harus memberikan batas waktu kepada penyewa. Jangan sampai informasinya sudah penuh, tetapi kenyataannya masih banyak yang kosong, padahal masih banyak pelaku usaha yang ingin masuk,” tegasnya.
Jenal berharap seluruh fasilitas segera dilengkapi sehingga Pasar Jambu Dua semakin nyaman, aman, dan menarik sebagai destinasi kuliner baru di Kota Bogor.
”Saya ingatkan kembali agar segera melengkapi tempat sampah, blower, meja, kursi, serta memisahkan area perokok dan nonperokok. Ketika ramai, pasar harus tetap nyaman, aman, dan ramah bagi semua kalangan,” pungkasnya. (3RY)



























