Juruketik.com – Tingginya jumlah Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Bogor menjadi perhatian Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Perhatian ini disampaikan Gus Ipul saat berkunjung ke Kabupaten Bogor pada Senin, 29 Juni 2026.
Dalam keterangannya, Mensos mengatakan, bahwa ODGJ masuk dalam 12 kelompok Pemerhati Atensi Sosial (PAS).
Baca Juga: Jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor Tertinggi di Jabar, Rudy Susmanto Ungkap Penyebabnya
“ODGJ menjadi salah satu dari sekian banyak kelompok rentan, termasuk anak-anak yang berhadapan dengan hukum, anak terlantar, orang atau keluarga berpenghasilan rendah seperti pengemis, gelandangan, dan korban perdagangan orang,” ujar Gus Ipul.
Dirinya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat kaitan tingginya ODGJ di Bumi Tegar Beriman.
Mengingat, lanjut dia, hal tersebut merupakan persoalan yang cukup krusial jika terus dibiarkan.
Baca Juga: Tinggal Sendiri dan Kerap Mengamuk, ODGJ di Cibungbulang Dievakuasi Petugas
“Kita terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah tentang data-data tersebut, setelah kita tau data by name by addressnya nanti kita bisa intervensi secara bersama-sama karena kita punya layanan residensial, sehingga diperlukan atau juga layanan-layanan yang masuk bagian kelompok rentan yang membutuhkan perawatan,” pungkasnya.
Diketahui, berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Bogor tercatat sebagai wilayah dengan jumlah ODGJ tertinggi di Jawa Barat mencapai 7.321 orang.
Angka tersebut menempatkan Kabupaten Bogor berada di posisi teratas dibandingkan wilayah lain di Jawa Barat.
Setelahnya, Sukabumi mencatat 3.930 orang, Kota Bandung 3.571 orang, Karawang 3.315 orang, Bekasi 2.970 orang, Cirebon 2.438 orang, Majalengka 2.292 orang, Kota Bogor 2.194 orang, Kota Depok 1.888 orang, dan Ciamis 1.839 orang. (Kha)





























