Juruketik.com – Penyelenggaraan acara Pasanggiri Kaulinan dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 disambut antusias oleh pelajar SMP dan SMA se-Kota Bogor.
Berbagai cabang olahraga tradisional seperti hadangan, bentengan, dan sumpitan menjadi favorit peserta yang memadati ajang yang digelar Kerukunan Warga Bogor (KWB), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bogor, dan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kota Bogor tersebut.
Ketua KORMI Kota Bogor, Zaenul Mutaqin menilai tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa upaya sosialisasi dan pemasaran olahraga tradisional selama ini berjalan dengan baik.
Baca Juga: Meriahkan HJB ke-544, KORMI Kota Bogor Gelar Rampak Sekar dan Kaulinan Tradisional
Menurutnya, olahraga tradisional tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu membangun karakter, sportivitas, kebersamaan, serta memperkuat identitas bangsa di kalangan generasi muda.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta pada Pasanggiri Kaulinan tahun ini sangat baik. Ini menunjukkan bahwa program sosialisasi dan pemasalan olahraga tradisional yang dilakukan KORMI bersama berbagai pihak mulai membuahkan hasil,” kata Zaenul Mutaqin.
“Minat sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMP dan SMA, terus meningkat dari tahun ke tahun,” sambungnya.
Baca Juga: Kemah Budayawan Sauyunan 2026 Warnai HJB Bogor, Perkuat Kamtibmas Lewat Budaya Sunda
Zaenul Mutaqin menuturkan, semakin banyaknya pelajar yang mengikuti berbagai nomor pertandingan menjadi sinyal positif bagi masa depan olahraga tradisional di Kota Bogor.
“Melalui kegiatan seperti hadangan, sumpitan, dan bentengan, kami ingin mengenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap olahraga tradisional kepada generasi muda,” ucap dia.
“Selain menyehatkan, olahraga tradisional juga mengandung nilai-nilai budaya, kerja sama, disiplin, dan kebersamaan yang sangat penting untuk terus diwariskan,” lanjutnya.
Zaenul berharap Pasanggiri Kaulinan dapat terus menjadi agenda rutin dalam perayaan Hari Jadi Bogor dan menjadi wadah bagi pelajar untuk berkompetisi sekaligus mengenal kekayaan budaya bangsa.
“Ke depan kami berharap semakin banyak sekolah yang terlibat sehingga olahraga tradisional dapat semakin berkembang, dikenal luas, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bogor,” ujarnya.
Sementara itu Ketua KWB, Thomas Siregar mengatakan, Pasanggiri Kaulinan dan Rampak Sekar bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana edukasi untuk memperkenalkan kembali olahraga dan permainan tradisional kepada generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme para peserta dan sekolah yang terus meningkat setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa permainan dan olahraga tradisional masih memiliki tempat di hati generasi muda,” katanya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus membangun karakter anak-anak melalui nilai sportivitas, kerja sama, dan kebersamaan,” ujar Thomas. (*)






























