Juruketik.com – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memastikan harga kebutuhan pokok di Kota Bogor berangsur normal setelah melakukan pemantauan di Pasar Jambu Dua, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (2/7/2026).
Salah satu komoditas yang mengalami penurunan signifikan adalah cabai, yang sebelumnya sempat menyentuh Rp70 ribu per kilogram saat Idulfitri, kini turun menjadi sekitar Rp30 ribu per kilogram. Secara umum, harga sembako lainnya juga terpantau relatif stabil.
Dalam keterangannya, Jenal Mutaqin mengatakan, harga cabai yang sempat menyentuh Rp70 ribu per kilogram saat Lebaran kini turun menjadi sekitar Rp30 ribu per kilogram.
Baca Juga: DKPP Luncurkan Koperasi Ketahanan Pangan di Bogor, Upaya Jaga Stabilitas Harga di Pasar Lokal
Sementara itu, harga ayam, ikan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya juga masih berada dalam kondisi stabil.
“Alhamdulillah, setelah kami meninjau langsung, harga bahan pokok relatif normal. Cabai yang sempat Rp70 ribu per kilogram saat Lebaran sekarang sudah sekitar Rp30 ribu. Ayam, ikan, dan komoditas lainnya juga masih stabil,” ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu, dari hasil dialog dengan pedagang diketahui hanya cabai jablay yang mengalami kenaikan harga sekitar Rp5.000 per kilogram. Adapun harga cabai keriting, cabai merah besar, dan cabai merah lainnya masih relatif stabil.
Baca Juga: Situasi Membaik, Minyakita di Bogor Kembali Normal dan Harga Stabil
Jenal menjelaskan, kenaikan harga cabai jablay diduga dipengaruhi faktor distribusi. Berdasarkan keterangan pedagang, pasokan cabai tersebut berasal dari luar Kota Bogor sehingga distribusinya terdampak berbagai kendala yang menyebabkan harga sedikit meningkat.
“Kenaikan cabai jablay sekitar Rp5.000 per kilogram ini lebih disebabkan faktor distribusi karena pasokannya berasal dari luar Kota Bogor. Sementara komoditas cabai lainnya masih stabil,” ucap dia.
Disisi lain, Jenal menilai Pasar Jambu Dua memiliki kelengkapan komoditas yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain menjadi pusat perbelanjaan sembako, pasar tersebut juga menawarkan kawasan kuliner di lantai dua yang dapat menjadi alternatif destinasi bagi warga Kota Bogor.
“Komoditas sembako dan bahan pokok di Pasar Jambu Dua cukup lengkap. Ini bisa menjadi salah satu alternatif tempat berbelanja bagi masyarakat sekaligus tempat berkuliner bersama keluarga di lantai dua,” ungkap dia.
Dalam kesempatan ini, Jenal juga menyoroti masih banyaknya kios dan los yang belum dimanfaatkan pedagang. Di lantai satu, tercatat hampir 300 los masih kosong meski Pemerintah Kota Bogor melalui Perumda Pasar Pakuan Jaya bersama pihak ketiga telah memberikan berbagai kemudahan.
Menurutnya, biaya sewa yang ditawarkan cukup terjangkau, bahkan pedagang diberikan fasilitas gratis selama tiga bulan pertama untuk mulai berjualan.
Karena itu, Jenal mengajak para pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di lokasi yang tidak semestinya agar memanfaatkan kios yang telah disediakan.
“Saya mengajak para PKL yang ingin mencari nafkah secara resmi dan tidak mengganggu ketertiban umum untuk mengisi kios di Pasar Jambu Dua. Tempatnya sudah representatif, biaya sewanya terjangkau, bahkan tiga bulan pertama gratis,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesempatan tersebut terbuka bagi pedagang komoditas basah maupun pelaku usaha kuliner yang ingin mengembangkan usahanya di lantai dua Pasar Jambu Dua. (3RY)



























