Juruketik.com – Atlet muda Kabupaten Bogor kini mendapat peluang baru untuk mengembangkan karier olahraga sekaligus melanjutkan pendidikan tinggi.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor menjalin sinergi dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor untuk membuka akses pendidikan di bidang keolahragaan.
Kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan FKIP Universitas Pakuan ke KONI Kabupaten Bogor yang sekaligus menjadi momentum pengenalan program studi baru di bidang olahraga, khususnya yang berkaitan dengan kepelatihan dan sport science.
Melalui kolaborasi ini, para atlet di bawah naungan KONI Kabupaten Bogor diharapkan memiliki jalur yang lebih jelas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa harus meninggalkan dunia prestasi olahraga.
Wakil Ketua I KONI Kabupaten Bogor, Didi Furqon menyampaikan, bahwa pihaknya sangat terbuka lebar untuk menjalin kerjasama, karena ini akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pembinaan olahraga daerah, tidak hanya pada aspek prestasi tetapi juga pendidikan.
“Ini adalah bagian dari silaturahmi, pengenalan, sekaligus promosi. Kami ingin atlet-atlet dibawah naungan KONI Kabupaten Bogor memiliki jalur yang jelas, tidak hanya berprestasi di olahraga tetapi juga bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi seperti Unpak,” ujar Didi Furqon.
Baca Juga: Kabar Baik bagi Pecinta Olahraga, Unpak Bogor Buka Prodi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Pakuan Bogor, Dr. Eka Suhardi mengatakan, pembukaan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga merupakan mandat yang diberikan kepada FKIP Universitas Pakuan untuk memperkuat sektor pendidikan olahraga di Indonesia.
“Kami mempunyai mandat untuk menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga yang akan mulai dibuka pada awal Juli,” ujar Eka Suhardi.
Menurutnya, pendirian program studi tersebut dilatarbelakangi hasil dialog dengan sejumlah Kepala Dinas Pendidikan di kabupaten dan kota yang mengungkap masih banyak guru olahraga memiliki latar belakang pendidikan di luar bidang olahraga.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya olahraga terus meningkat. Fenomena tersebut terlihat dari semakin tingginya minat masyarakat berolahraga serta tumbuhnya berbagai sektor usaha yang berkaitan dengan industri olahraga.
Karena itu, Universitas Pakuan menilai diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, KONI, Dinas Pendidikan, serta Dinas Pemuda dan Olahraga untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih baik, terutama melalui jalur pendidikan.
Eka menjelaskan, perguruan tinggi memiliki keleluasaan dalam mengembangkan kurikulum dibandingkan pendidikan dasar dan menengah yang mengikuti ketentuan pemerintah.
Fleksibilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia olahraga.
Selain itu, Universitas Pakuan juga akan melibatkan praktisi olahraga dan dosen tamu dalam proses pembelajaran agar mahasiswa memperoleh wawasan yang selaras dengan perkembangan olahraga di lapangan.
Program studi ini juga diharapkan mampu mendukung pencarian dan pembinaan bakat olahraga sejak dini melalui sekolah. Universitas Pakuan siap berkolaborasi dengan sekolah-sekolah di Bogor dan sekitarnya dalam proses identifikasi serta pembinaan atlet muda berbakat.
“Pembinaan olahraga di sekolah akan berjalan lebih optimal apabila didukung guru-guru yang memiliki latar belakang pendidikan olahraga yang sesuai. Karena itu, kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya menjadi guru, tetapi juga pelatih dan penggerak olahraga di masyarakat,” jelasnya.
Melalui Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, FKIP Universitas Pakuan berharap dapat melahirkan tenaga pendidik dan pelatih olahraga yang kompeten, sekaligus memperkuat pembinaan olahraga berbasis pendidikan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. (*)



























